Sebuah artikel dengan caption “Berseteru memperebutkan Hak Pemeliaharaan Ibu” melintas di timeline facebook saya. Sempat penasaran dengan caption yang menggugah hati untuk membacanya itu. Terbawa rasa penasaran akhirnya saya pun coba untuk klik link artikel dan membacanya. Subhanallah.... Saya terkesimak dengan apa yang saya temukan dalam artikel itu. Dua orang anak datang kepengadilan untuk memperebutkan hak merawat ibu mereka yang sudah tua dan renta. Anak yang kalah malah menangis berucucuran air mata karena tak punya kesempatan penuh untuk merawat sang ibu. Ini sangat betolak belakang dengan apa yang terjadi di zaman sekarang yang kebanyakan anak setelah mencapai kesuksesan malah menelantarkan orang tuanya, menitipkan ke panti jompo atau membiarkan nya hidup sendiri padahal sang anak mampu untuk menanggung hidup orang tua itu. kalau pun ada yang sampai kepengadilan bukan untuk memperebutkan hak merawat orang tua tapi untuk memperebutkan harta warisan.
Selasa, 08 Desember 2015
Ketika Mereka Mulai Menua
Sebuah artikel dengan caption “Berseteru memperebutkan Hak Pemeliaharaan Ibu” melintas di timeline facebook saya. Sempat penasaran dengan caption yang menggugah hati untuk membacanya itu. Terbawa rasa penasaran akhirnya saya pun coba untuk klik link artikel dan membacanya. Subhanallah.... Saya terkesimak dengan apa yang saya temukan dalam artikel itu. Dua orang anak datang kepengadilan untuk memperebutkan hak merawat ibu mereka yang sudah tua dan renta. Anak yang kalah malah menangis berucucuran air mata karena tak punya kesempatan penuh untuk merawat sang ibu. Ini sangat betolak belakang dengan apa yang terjadi di zaman sekarang yang kebanyakan anak setelah mencapai kesuksesan malah menelantarkan orang tuanya, menitipkan ke panti jompo atau membiarkan nya hidup sendiri padahal sang anak mampu untuk menanggung hidup orang tua itu. kalau pun ada yang sampai kepengadilan bukan untuk memperebutkan hak merawat orang tua tapi untuk memperebutkan harta warisan.
Langganan:
Postingan (Atom)
